geothermal
Geothermal Energy

Sejauh ini kita sering menyebut panas bumi sebagai energi masa depan atau energi hijau. Mengapa disebut demikian? Panas bumi hanya memanfaatkan ekstraksi uap maupun limbah berupa air, sehingga dapat masuk kembali ke dalam tanah yang dipakai lagi menjadi uap. Panas bumi memang menjadi sumber energi yang berkelanjutan atau sustainable energy yang berasal dari interaksi antara panas air dan batuan yang mengalir di sekitar.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia berada di dalam jalur tumbukan antara lempeng Benua Asia dengan Samudera Australia. Sehingga wajar saja apabila Indonesia mempunyai banyak gunung api yang aktif di dalamnya. Tidak hanya itu saja, ada juga cadangan energi panas bumi atau geothermal terbesar di dunia. Menurut data dari Kementrian ESDM, potensi panas bumi yang ada di dunia sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kelistrikan hingga sebesar 113 Giga Watt (GW). Sebanyak 40% alias sebesar 28 GW dimiliki oleh Indonesia.

Pemanfaatan panas bumi memang bersifat ramah terhadap lingkungan, terlebih karena panas bumi tidak akan memberikan kontribusi gas rumah kaca yang dapat membahayakan lingkungan. Sehingga hal ini perlu didorong lebih lagi, terutama pada perwujudannya. Dengan adanya pemanfaatan panas bumi, maka ketergantungan terhadap bahan bakar minyak dalam jumlah banyak juga akan berkurang. Harapannya tentu bisa menghemat cadangan minyak bumi yang ada di dunia. Semakin hari ketersedian minyak bumi memang semakin menipis karena kebutuhan yang meningkat pesat.

Apabila berbicara mengenai keunggulan, tentu saja geothermal memiliki banyak keunggulan di dalamnya. Berikut ini merupakan beberapa keunggulan yang bisa didapatkan dari energi panas bumi.

  1. Sifat terbuka secara alami, atau disebut renewable.
  2. Tidak tergantung oleh musim
  3. Ramah dengan lingkungan, sehingga kemungkinan berdampak buruk bagi lingkungan sangat kecil.
  4. Terpercaya karena high load factor
  5. Tidak memiliki gas Nox dan SO2
  6. Proses produksi tidak akan menghasilkan limbah yang cair
  7. Emisi gas rumah kaca sangat kecil apabila dibandingkan dengan sumber energi lainnya
  8. Konsumsi 1 MWh diperlukan sekitar 1,7 barel BBM; 7,9 Mcf natural gas, dan 390 kg batubara. Sehingga penghematan 1 MWh pembangkit listrik tenaga panas bumi diperkirakan bisa menghemat pemakaian BBM sebesar 45 barel per hari.
  9. Bersifat fleksibel dalam hal kapasitas pembangkit, bahkan tersedia berbagai tipe pembangkit.
  10. Pemanfaatan energi panas bumi bisa menghemat penggunaan bahan bakar fosil
  11. Panas bumi bisa diandalkan sebagai pasokan jangka panjang karena berperan sebagai energi terbarukan. Bahkan beberapa PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) di Selandia Baru saja masih berproduksi setelah 100 tahun. Sedangkan di Amerika Latin masih berproduksi setelah 50 tahun, kemudian di Kamojang telah berproduksi selama 21 tahun.

Lalu apa pentingnya mengembangkan energi panas bumi? Ada beberapa alasan mengapa energi panas bumi harus dikembangkan, seperti kebutuhan energi atau listrik yang terus meningkat setiap harinya, keterbatasan dan menurunnya cadangan energi fosil (migas, batubara), bisa terbaharui secara alami (renewable), potensi panas bumi yang sangat besar yaitu 27.000 MW, pemanfaatan panas bumi yang belum optimal karena masih berkembang sekitar 3% saja, pengembangan energi panas bumi akan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil atau migas, dan sifatnya yang ramah lingkungan karena emisi gas yang sangat rendah dan tidak ada limbah cair.

Saat ini salah satu negara yang dikatakan telah berhasil mengembangkan geothermal ialah Amerika Serikat dan Filipina. Untuk Filipina, negara ini telah berhasil mengembangkan panas bumi mencapai sekitar 1.848 megawatt (MW) dari potensi 10,2 GW. Sejak 20 tahun lalu Filipina memang telah mengembangkan panas bumi. Dengan adanya pengembangan panas bumi, sebuah negara bisa menghemat anggaran sebanyak US$ 1,636 miliar atau sekitar Rp 16 triliun, tentu akan menghemat 17,05 miliar barel bahan bakar minyak.

Menurut data dari Badan Geologi Nasional Indonesia, saat ini potensi panas bumi mencapai 28.994 MWe. Bisa dibilang setara dengan 13 miliar barel minyak. Jumlah ini tentu bisa dikatakan sebagai potensi terbesar di dunia. Namun dari total potensi yang ada, hanya sekitar 4% (1.196 MWe) yang telah dimanfaatkan sebagai energi listrik. Kemudian untuk pemakaian energi listrik nasional hanya sekitar 2% saja.

Energi memang sangat diperlukan untuk menjalankan aktivitas perekonomian suatu negara, baik sekedar untuk kebutuhan konsumsi maupun untuk kegiatan produksi berbagai sektor perekonomian. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang telah populer dengan resource energy yang melimpah. Namun kebutuhan energi atau ketenagalistrikan hingga saat ini memang belum semuanya bisa terpenuhi. Sedangkan rasio elektrifikasi Indonesia ada sebesar 75,8 % menurut data PLN Statistik di tahun 2012. Hal ini berarti setiap 100 jiwa penduduk masih ada 24,8 orang yang belum mendapat akses listrik didaerahnya.

Selain memiliki beragam kelebihan, energi geothermal juga memiliki kekurangan. Pertama, biaya modalnya tinggi. Pembangunan pembangkit listrik geothermal akan memerlukan biaya yang besar, terutama pada saat pengeboran dan eksploitasi. Kemudian pembangkit listrik tenaga panas bumi hanya bisa dibangun di sekitar lempeng tektonik saja, di mana temperatur tinggi dari sumber panas bumi akan tersedia di dekat permukaan. Dan yang terakhir, pembangunan pembangkit listrik geothermal diduga bisa memengaruhi kestabilan tanah di sekitar sumber energi panas bumi yang dimanfaatkan. Tentu hal ini bisa memengaruhi struktur dari permukaan tanah. Sehingga dikhawatirkan akan muncul senyawa lain karena proses pengeboran yang dilakukan.

Itu tadi beberapa keunggulan dan kekurangan dari geothermal atau energi panas bumi. Bagaimana menurut Anda? Salah satu sumber energi terbarukan ini memang telah dilirik dan dimanfaatkan. Namun memang belum dimaksimalkan hingga saat ini. Alangkah lebih baik jika geothermal bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, sehingga dapat menggantikan sumber energi konvensional dan sumber energi berbahan fosil. Terlebih lagi potensi energi di Indonesia mencapai sekitar 28.994 Mwe yang jika dikonversi dengan BBM (Bahan Bakar Minyak) setara lebih dari 200 miliar barel minyak.

Advertisements

2 thoughts on “Geothermal, Energi Masa Depan Indonesia yang Harus Terus Dikembangkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s