pln-pge
Kerja Sama PLN – PGE

Sejalan dengan rencana target PLN tahun 2019 untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) yang mencapai 3.000 Megawatt (MW) dan juga target Pertamina di tahun 2025 dengan capaian hingga 7.000 MW maka kedua belah pihak ini kemudian sepakat membuka diri untuk bekerjasama. Bentuk kerjasama antara PLN dan PGE atau Pertamina Geothermal Energy (anak perusahaan Pertamina) adalah dengan melakukan pembagian proyek Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) antara PGE dan PLN.

Namun meski sudah direncanakan akan direalisasikan tahun ini tapi pelaksanaannya dinyatakan oleh Edwin Hidayat Abdullah masih dalam tahap persiapan. Edwin yang selaku Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN menyatakan hal ini pada hari Jum’at, 12 Agustus 2016 kepada para awak media di kantor Kementerian BUMN, Jakarta. Menurutnya, pelaksanaan kerjasama antara PLN dan PGE sendiri belum bisa dilakukan dikarenakan masih membutuhkan penunjukan konsultan dan lainnya guna menentukan besaran nilai pembagiannya.

Selain menjelaskan tentang tahap persiapan pelaksanaan kerjasama antara PLN dan PGE, pada kesempatan yang sama Edwin juga menerangkan bahwa proyek kerjasama ini tidak berkaitan dengan tindakan pengambilalihan atau pencaplokan. Jadi meskipun kerjasama sudah dijalankan maka PGE akan tetap berada dibawah Pertamina. Lebih lanjut menurut Edwin isu atau kabar yang berhembus tentang pengambilalihan PGE oleh PLN ini adalah jelas berita yang tidak benar dan selayaknya tidak lagi dikabarkan lagi. Hal ini dikarenakan isu tersebut bisa saja nantinya menimbulkan konflik dan juga dapat membuyarkan tujuan proyek kerjasama yang telah dijalin.

Kerjasama antara PLN dan PGE ini sendiri selain diyakini akan mampu mencapai target masing-masing dengan potensi energi terbarukan juga dipercaya akan mampu menjadi momentum pendorong investasi geothermal di Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman atau MOU (Memorandum of Understanding) kerjasama antara PLN dan PGE sendiri sudah dilakukan sejak bulan Februari 2016 silam. Mengingat pentingnya sektor energi baru ini maka pemerintah memang harus bergerak untuk mendukung hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan geothermal. Peran pemerintah sendiri juga akan terlihat dari regulasi yang dikeluarkan berkaitan dengan pemanfaatan geothermal.

Untuk bisa mengembangkan potensi geothermal di indonesia memang dibutuhkan dukungan dan investasi yang sangat besar. Maka dari itu nantinya segala investasi yang ada dan juga paket kebijakan dalam wujud regulasi dari pemerintah akan sangat berdampak pada pengembangan geothermal di Indonesia ini. Jadi semakin banyak pihak yang berpartisipasi dalam hal ini maka akan semakin cepat perwujudan pengembangan potensi geothermal di Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s