pltp-kamojang
PLTP Kamojang

Seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, energi panas bumi atau geothermal energy merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang memiliki beragam manfaat. Selain jumlahnya yang melimpah, energi panas bumi ini juga bersifat ramah terhadap lingkungan. Jika melihat kondisi Indonesia, kandungan panas bumi sebenarnya termasuk melimpah.

Memang telah diyakini bahwa pemanfaatan energi panas bumi merupakan salah sumber energi alternatif. Geothermal energy merupakan sumber energi terbersih. Bahkan jenis energi terbarukan ini relatif tidak akan habis. Selain itu, energi panas bumi juga tidak menyebabkan pencemaran, baik pencemaran suara maupun pencemaran udara. Kemudian tidak menghasilkan gas, cairan, emisi karbon, maupun material beracun lainnya. Apabila dibandingkan dengan energi alternatif lainnya, sumber geothermal bersifat konstan sepanjang musim. Misalnya tenaga lain seperti tenaga angin dan surya,.

Menurut data dari PT Pertamina Geothermal Energy, ada sebanyak 40% potensi panas bumi di dunia yang ada di Indonesia. Sumber-sumber energi panas bumi sebanyak 40% tersebut tersebar di 251 lokasi, antara lain Jawa, Sumatera, Maluku, Nusa Tenggara, hingga ujung barat Papua. Bahkan Kementerian ESDM (2013) telah memperkirakan bahwa kapasitas seluruh cadangan dan sumber daya energi panas bumi di Indonesia mencapai 28.994 MWe (megawatt listrik). Jumlah energi tersebut, jika menggunakan BBM, setara lebih dari 200 milyar barrel minyak. Indonesia menduduki peringkat ke-3 sebagai penghasil energi panas bumi terbesar di dunia, yakni 1,197 Mwe. Di peringkat pertama ada Amerika Serikat dengan total 3,092 Mwe, kemudian Filipina sebanyak 1,904 MWe.

Namun sayangnya besar cadangan bumi yang ada di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal. Akhirnya Indonesia masih bergantung pada sumber energi fosil. Bagaimana menurut Anda? Dari potensi besar energi panas bumi di Indonesia yang telah disebutkan di atas, saat ini baru kurang dari 4 persen saja yang telah dimanfaatkan dengan maksimal. Sehingga tidak banyak pembangkit listrik tenaga panas bumi yang telah beroperasi di Indonesia.

Memang sebenarnya sangat disayangkan apabila potensi panas bumi di Indonesia tidak dimaksimalkan. Indonesia memang masih tetap bersikukuh memilih sumber energi berbahan bakar fosil yang memiliki dampak besar pada pemanasan global. Namun jika energi itu saja yang digunakan, tentu belum mampu mencukupi kebutuhan energi nasional.

Indonesia memiliki beberapa PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) yang telah beroperasi dan menghasilkan listrik, antara lain:

PLTP Lahendong

PLTP yang mulai beroperasi tahun 2004 ini berada di Sulawesi Utara. PLTP Lahendong dioperasikan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Hingga saat ini telah mampu memproduksi listrik hingga 80 MW. PLTP Lahendong terdiri atas empat unit, yaitu PLTP Lahendong I, PLTP Lahendong II, PLTP Lahendong III, dan PLTP Lahendong IV.

PLTP Gunung Salak

PLTP Gunung Salak terletak di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat, sejak tahun 1994. Pembangkit yang dioperasikan bersama oleh Chevron Geothermal Indonesia dan PT Pertamina ini mampu menghasilkan energi listrik sebesar 375 MW.

PLTP Kamojang

PLTP Kamojang terletak di Kab. Garut, Jawa Barat. Merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi tertua di Indonesia yang pertama kali dibuat pada tahun 1982. PLTP ini dioperasikan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang mampu memproduksi hingga 235 MW listrik. PLTP Kamojang terdiri atas lima unit yaitu PLTP Kamojang I, PLTP Kamojang II, PLTP Kamojang III, PLTP Kamojang IV, dan PLTP Kamojang V.

PLTP Ulubelu

PLTP yang berada di Kecamatan Ulubelu, Kab. Tanggamus, Lampung, ini mulai beroperasi pada tahun 2012. Hingga saat ini mampu menghasilkan listrik sebesar 11o MW. PLTP Ulubelu terdiri atas dua unit yakni PLTP Ulubelu Unit 1 dan PLTP Ulubelu Unit 2.

PLTP Sibayak

PLTP Sibayak berada di Gunung  Sibayak – Gunung Sinabung, Provinsi Sumatera Utara. Pembangkit ini mampu menghasilkan listrik sebesar 12 MW. Hingga saat ini PLTP Sibayak terdiri atas tiga unit, yaitu PLTP Sibayak Unit 1, PLTP Sibayak Unit 2, dan PLTP Sibayak Unit 3.

PLTP Darajat

PLTP yang satu ini berada di Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pembangkit yang dioperasikan oleh Chevron Geothermal Indonesia dan PT Pertamina ini mampu menghasilkan energi listrik sebesar 259 MW dan terdiri atas 3 unit.

PLTP Wayang Windu

PLTP Wayang Windu berada di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sejak beroperasi tahun 1999, pembangkit yang dioperasikan oleh Star Energy ini menghasilkan energi listrik sebesar 227 MW.

Selain PLTP di atas, pemerintah juga tengah membangun berbagai PLTP di berbagai wilayah Indonesia lainnya. PLTP yang saat ini tengah dalam pembangunan dan persiapan antara lain:

PLTP Ulubelu Unit 4 dan 5 di Kabupaten Tanggamus, Lampung

Direncakan beroperasi pada tahun 2016 dan 2017 dengan energi yang dihasilkan mencapai 110 MW

PLTP Lumut Balai Unit 1 dan 2 di Desa Panindaian, Kecamatan Semendo, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

Direncakan beroperasi mulai tahun 2016 dan 2018 dengan menghasilkan listrik sebesar 110 MW

PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Sumatera Selatan

Beroperasi pada tahun 2022 dengan listrik sebesar 110 MW

PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 di Sulawesi Utara

Beroperasi pada tahun 2016 dan 2017 dengan menghasilkan listrik sebesar 40 MW

PLTP Karaha di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut Jawa Barat

Beroperasi pada tahun 2017 dengan listrik yang dihasilkan sebesar 30 MW

PLTP Hululais Unit 1 dan 2 di Kabupaten Lebong, Bengkulu)

Beroprasi pada tahun 2018 dengan listrik yang dihasilkan sebesar 110 MW

PLTP Sungai Penuh 1 dan 2 di Kecamatan Gunung Raya, Kab. Kerinci, Jambi

Beroperasi pada 2019 dengan listrik yang dihasilkan mencapai 110 MW

PLTP Kotamobagu Unit 1, 2, 3, dan 4 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara)

Rencana listrik yang dihasilkan mencapai 110 MW

PLTP Sarulla di Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Rencana beroperasi pada tahun 2016 dan mampu menghasilkan 330 MW listrik

Walaupun Indonesia telah memiliki PLTP di beberapa daerah, namun pemanfaatannya menjadi listrik melalui PLTP memang belum terlalu masif. Bahkan jumlah PLTP juga masih tergolong sedikit, berbeda jauh dengan jumlah sumber energi fosil.

Walaupun Indonesia telah memiliki PLTP di beberapa daerah, namun pemanfaatannya menjadi listrik melalui PLTP memang belum terlalu masif. Bahkan jumlah PLTP juga masih tergolong sedikit, berbeda jauh dengan jumlah sumber energi fosil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s