1317456-copy
Industri Geothermal

Potensi besar dari panas bumi (geothermal) di Indonesia yang diperkirakan mencapai 29 gigawatt masih belum banyak dirasakan oleh masyarakat. Padahal penemuan Energi Baru Terbarukan (EBT) ini sudah lama diketahui. Nah dari sinilah muncul problematika tentang lambatnya pengembangan energi tersebut. Hal ini tercermin dari pemanfaatan geothermal yang masih baru lima persen dari total keseluruhan potensi yang begitu besar. Lalu apa yang menyebabkan perkembangan enegri panas bumi di Indonesia ini begitu lambat? Berikut ulasannya..

  1. Penentuan Harga dalam Proyek Pengembangan

website-price-illustration-copy

Penyebab pertama dari lambatnya pengembangan energi panas bumi di Indonesia adalah terkait adanya penentuan harga dalam proyek pengembangan. Penentuan harga ini akan berhubungan dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa harga didasarkan atas wilayah. Dari sini maka penentuan harga proyek energi geothermal akan sangat berkaitan dengan infrastruktur dan keekonomian di masing-masing tempat. Maka dari itu tender dalam penentuan harga akan diikuti oleh berbagai pihak selain Pertamina. Nah dari disinilah proses penentuan harga untuk proyek pengembangan geothermal akan berjalan lambat.

  1. Pengadaan Lahan
    orka-copy

Berikutnya, penyebab lambatnya perkembangan energi panas bumi atau geothermal di Indonesia adalah tentang pengadaan lahan. Dalam proses pengembangan geothermal yang biasanya menggunakan kawasan hutan lindung ini maka harus dilakukan beberapa tahapan mekanisme yang membutuhkan proses. Proses pengadaan tanah dalam kaitanya dengan pengembangan energi geothermal ini awalnya akan menggunakan sistem pinjam pakai kepada Kementerian Kehutanan. Setelah itu pada saat konservasi akan dilanjutkan lagi dengan mekanisme ijin dasar lingkungan. Jadi dari sini banyak hal seperti percepatan, deregulasi, debirokratisasi yang harus diselesaikan untuk hal pengadaaan lahan dalam pengembangan energi panas bumi.

  1. Harga Keekonomian Tersendiri
pln4-copy
Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Selanjutnya, problem yang menyebabkan lambatnya perkembangan energi panas bumi adalah terkait adanya harga keekonomian tersendiri. Energi Geothermal yang terkategori baru ini memang akan mempunyai harga keekonomian tersendiri dimana PLN sebagai pembeli utamanya. Kondisi ini kemudian akan merujuk pada Biaya Pokok Penyediaan (BPP). Nah, PLN sendiri dalam bisnis geothermal itu pastinya akan memperhitungkan dengan cermat harga yang tepat untuk energi geothermal tersebut.

  1. Resistensi Masyarakat

51-copy

Terakhir, faktor yang menjadi penyebab lambatnya perkembangan energi panas bumi adalah adanya resistensi masyarakat yang menolaknya. Isu negatif dari dampak adanya pengembangan energi geothermal ini memang bisa saja muncul dan diterima oleh masyarakat. Pengetahuan yang belum baik dari masyarakat akan energi panas bumi ini menjadi hal yang mungkin saja kemudian dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk mengkampanyekan efek negatif dari geothermal. Lagi-lagi hal ini bisa terjadi berbagai macam kepentingan, yang salah satunya adalah kepentingan politik dari para elite.

Advertisements

One thought on “Alasan Lambatnya Perkembangan Energi Panas Bumi di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s