pltpb-5

Sejauh ini kita mengenal energi panas bumi sebagai sumber energi lokal yang tidak dapat di ekspor, kemudian sangat ideal untuk mengurangi peran bahan bakar fosil yang selama ini banyak digunakan. Energi panas bumi berguna untuk meningkatkan nilai tambah nasional. Bisa dibilang bahwa sumber energi yang satu ini ideal untuk pengembangan daerah setempat. Tak hanya itu saja, energi panas bumi merupakan energi terbarukan yang tidak tergantung pada iklim dan cuaca, sehingga cukup ampuh terhadap sumber energinya tinggi.

Jika dilihat dari segi pengembangan sumber energi, energi yang satu ini juga memiliki fleksibilatas yang tinggi karena dalam memenuhi kebutuhan beban dapat dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Saat ini energi panas bumi di Indonesia bisa dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu air panas, uap alam, dan batuan kering panas.

Namun sejauh ini ketiga jenis panas bumi itu dapat dikatakan belum dimanfaatkan secara maksimal di Indonesia. Pemanfaatan energi panas bumi memang tidak mudah dilakukan. Energi panas bumi yang umumnya berada di kedalaman 1.000-2.000 meter di bawah permukaan tanah sulit ditebak keberadaan dan karakternya. Jika ingin mengeksplorasi ketiga jenis energi panas bumi ini tentu diperlukan sumber daya yang tidak sedikit. Berikut ini merupakan beberapa jenis energi panas bumi yang perlu diketahui.

Energi uap basah

Pemanfaatan energi panas bumi secara ideal bisa dilakukan apabila panas bumi yang keluar dari perut bumi berupa uang kering, sehingga bisa dipakai secara langsung untuk menggerakkan turbin generator listrik. Namun sayangnya uap kering seperti ini jarang ditemukan, termasuk di Indonesia sendiri. Pada umumnya uap yang keluar biasanya berupa uap basah dengan kandungan sejumlah air yang harus dipisahkan terlebih dulu sebelum digunakan untuk menggerakkan turbin.

Jenis sumber energi panas bumi dalam bentuk uap basah bisa dimanfaatkan, sehingga dapat dilakukan pemisahan terhadap kandungan airnya sebelum digunakan untuk menggerakan turbin. Sedangkan uap basah yang keluar dari perut bumi pada mulanya berupa air panas bertekanan tinggi yang pada saat menjelang permukaan bumi terpisah menjadi kira-kira 20 % uap hingga 80 % air. Untuk memanfaatkan jenis uap basah ini diperlukan separator untuk memisahkan antara uap dan air. Kemudian uap yang telah dipisahkan dari air akan diteruskan ke turbin untuk menggerakkan generator listrik, sedangkan airnya kembali disuntikkan ke dalam bumi untuk menjaga keseimbangan air dalam tanah.

Energi panas bumi air panas

Pada umumnya air panas yang keluar dari perut bumi berupa air asin panas yang disebut “brine”, kemudian mengandung banyak mineral. Banyaknya kandungan mineral ini membuat air panas tidak dapat dipakai secara langsung karena dapat menimbulkan penyumbatan pada pipa-pipa sistem pembangkit tenaga listrik. Supaya bisa memanfaatkan energi panas bumi dengan jenis ini bisa digunakan sistem biner (dua buah sistem utama), yakni wadah air panas sebagai sistem primemya dan sistem sekundernya berupa alat penukar panas (heat exchanger) yang akan menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin. Energi panas bumi yang satu ini bersifat korosif, sehingga biaya awal pemanfaatannya lebih besar apabila dibandingkan dengan energi panas bumi jenis lainnya.

Energi panas bumi dari bebatuan panas

Jenis energi panas bumi yang ketiga berupa batuan panas yang ada di dalam perut bumi. Biasanya terjadi karena berkontak dengan sumber panas bumi atau magma. Energi panas bumi seperti ini harus diambil sendiri dengan cara menyuntikkan air ke dalam batuan panas, lalu dibiarkan menjadi uap panas. Sebaiknya usahakan untuk dapat diambil kembali sebagai uap panas untuk menggerakkan turbin. Sumber batuan panas pada umumnya terletak jauh di dalam perut bumi, sehingga untuk memanfaatkannya perlu teknik pengeboran khusus yang memerlukan biaya cukup tinggi.

Selain itu, energi yang berada pada HDR (Hot Dry Rock) disebut juga sebagai energi petrothermal yang merupakan sumber terbesar dari energi panas bumi. HDR berada pada kedalaman sedang dan sifatnya impermeabel. Untuk menggunakan energi yang dimiliki HDR, diperlukan injeksik pada air dan HDR, kemudian tinggal mengembalikannya kembali ke permukaan. Hal ini membutuhkan mekanisme transportasi untuk dapat membuat batuan impermeabel menjadi struktur permeabel dengan luas permukaan perpindahan panas yang besar. Permukaan yang luas ini diperlukan karena sifat batu yang memiliki konduktivitas termal yang kecil. Proses perubahan batuan permeabel dapat dilakukan untuk  memecahkan batuan tersebut dengan menggunakan air bertekanan tinggi ataupun ledakan nuklir . Proses eksplorasi yang dilakukan terhadap jenis ini lebih aman jika dibandingkan dengan jenis hydrothermal yang kemungkinan besar memiliki fluida, baik berupa uap maupun air panas. Hal ini disebabkan karena jenis energi panas bumi memiliki tingkat korosi, erosi, dan zat-zat beracun yang lebih rendah dibanding dengan jenis hydrothermal.

Advertisements

One thought on “3 Jenis Energi Panas Bumi yang Perlu Diketahui

  1. Love these! Patience is right! ;p I started to do the same thing with curtains for my guest room 3 months ago! I got through one panel & have 3 more to go! ha. I'm gonna keep coming back to your post to give my initriapson to keep pushing forward! :p Great job. ❤ Heidi Rew from Parties for Pennies

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s