69

Panas bumi atau geothermal merupakan sumber energi terbarukan yang cukup potensial di negara berkembang seperti Indonesia. Selain mampu memasok kebutuhan dasar energi ke pelosok negeri, panas bumi juga ramah lingkungan. Penggunaan sumber daya ini mengurangi produksi karbon yang biasanya dihasilkan pembangkit listrik tenaga fosil.

Selain ramah lingkungan, panas bumi juga memiliki biaya yang lebih murah dibanding pembangkit lain. Selanjutnya, energi ini juga lebih stabil jika dibandingkan dengan energi terbarukan lain yang produksi energinya cenderung fluktuatif.

Berkaca pada beberapa indikator di atas, Pemerintah Indonesia mulai gigih mengembangkan potensi geothermal untuk pembangkit listrik. Bahkan, pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia dibangun di Sarulla, Sumatra Utara.

Potensi Geothermal Indonesia

map-of-geothermal-development-2012
Potensi Geothermal Indonesia

Sebelum membahas secara rinci perihal potensi panas bumi di Sarulla, mari kita lihat kembali seperti apa potensi geothermal Indonesia.

Negeri ini memiliki potensi panas bumi dengan kapasitas sekitar 29GW. Angka yang cukup besar ini muncul karena Indonesia berada dalam cincin gunung api di dunia. Hampir semua wilayah mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara memiliki gunung berapi dan juga wilayah yang memancarkan panas bumi cukup besar.

Sayangnya, potensi geothermal Indonesia belum dikembangkan dengan baik. Hingga sekarang baru 5% dari total titik geothermal yang baru dimanfaatkan. Minimnya pengelolaan sumber daya panas bumi di Indonesia disebabkan oleh peraturan UU Panas Bumi yang melarang penggunaan area konservasi sebagai lokasi pembangkit listrik. Padahal, kawasan itu memiliki potensi besar dalam menyediakan bahan utama PLTP.

Pada tahun 2014, UU Panas Bumi mulai berubah dan tidak menyamakan pengembangan geothermal dengan kegiatan tambang. Bersamaan dengan pengesahan UU baru, sejak tahun 2003-2013, penggunaan panas bumi untuk sumber energi meningkat hingga 4,8%. Peningkatan ini berjalan cukup signifikan meski masih rendah dari target 13,6% guna mencukupi kapasitas listrik Indonesia sebesar 7,6 GW pada tahun 2025.

Potensi Geothermal Sarulla, Sumatra Utara

Sarulla
Geothermal Sarulla Sumatra Utara

Berkaca dari situasi di atas, Pemerintah Indonesia terus menggenjot pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Di Sarulla, Sumatra Utara, mulai dibangun pembangkit listrik dengan kapasitas daya sebesar 330 MW. Jika proyek ini berhasil, Indonesia akan memiliki pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia.

Potensi geothermal Sarulla sudah diketahui oleh pemerintah dan pihak swasta sejak lama. Hanya saja, implementasi pengembangannya baru di mulai sejak tahun 2010 silam dan terus berkembang hingga sekarang. Selama beberapa tahun, pemerintah terus mencari investor dan pengembang hingga akhirnya proyek bisa berjalan sejak tahun 2015.

Saat ini Sarulla sudah mampu menghasilkan 110 MW untuk tahap pertama. Selanjutnya hingga tahun 2018, proyek ini akan terus menggenjot produksi daya hingga 330 MW dan menjadi salah satu penyumbang energi terbesar Indonesia dari sektor PLTP.

Kelebihan PLTP Sarulla Dibandingkan PLTP Lain

69.jpg
Kelebihan PLTP

Pembangunan PLTP Sarulla merupakan proyek ambisius pemerintah untuk mencukupi kebutuhan listrik di Indonesia hingga tahun 2025. Dipilihnya Sarulla sebagai pembangkit unggulan bukan tanpa sebab. Pertama, kawasan ini menghasilkan panas bumi yang cukup besar jika dibandingkan kawasan geothermal lain di Indonesia.

Selanjutnya, teknologi yang digunakan juga sangat canggih. Menurut Yunus Saefulhak, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Bumi Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, PLTP Sarulla lebih efisien ketimbang PLTP lainnya. Dengan energi panas bumi sebesar 65 MW,  energi listrik yang dihasilkan mencapai 110 MW.

Efisiennya PLTP Sarulla bisa terjadi karena pembangkitnya menggunakan tiga metode dalam menjalankan proses. Metode itu terdiri dari condensing, bottomic, dan binary. Selama ini pemanfaatan panas bumi di Indonesia hanya menggunakan metode condensing. PLTP seperti Kamojang dan Derajad membutuhkan energi sekitar 130 MW untuk menghasilkan 110 MW atau setara dengan daya yang dihasilkan PLTP Sarulla unit 1.

Operator PLTP Sarulla dan Peranannya

32276_620
Operator PLTP Sarulla

Pemerintah banyak sekali menggandeng pihak swasta untuk kelancaran pembangunan PLTP Sarulla yang prestisius. Selain PT Pertamina yang menjadi pemilik lokasi, ada beberapa perusahaan besar yang terlibat baik secara modal maupun teknis di lapangan.

Untuk masalah modal dan juga saham, Sarulla Operations Limited (SLO) dimiliki oleh Itochu Corp dan Kyusu Electric Power Co Inc yang masing-masing memegang 25%. Selanjutnya PT Medco Power Indonesia 18,9975%, Inpex Corp 18,2525%, dan Ormat Internasional Inc 12,75%.

Bagian teknis dari PLTP Sarulla ditangani oleh dua perusahaan besar yang memiliki kredibilitas tinggi dalam dunia teknik dan juga energi. Pertama ada Toshiba dan yang kedua ada Ormat yang juga memiliki saham dalam PLTP besar ini. Kedua perusahaan ini menghasilkan Teknologi biner dan flash yang mampu meningkatkan efisiensi. Bahkan 100% uap panas bumi yang dihasilkan bisa kembali diinjeksikan untuk diolah.

Toshiba menyediakan generator uap (STG) untuk konsep flash yang lebih efisien dan juga hemat biaya. Selanjutnya Ormar membuat konsep desain untuk PLTP unit siklus gabungan dan  menyediakan pengonversi energi dalam bentuk Ormat Energy Converter (OEC).

Teknologi biner dan flash telah digunakan untuk PLTP Sarulla unit 1. Selanjutnya untuk unit II dan unit III juga menggunakan teknologi yang sama sehingga pada tahun 2018 nanti target 330MW bisa dipenuhi.

Manfaat PLTP Serulla untuk Pembangkit Listrik Indonesia

pltp-lawu-3
Manfaat PLTP Serula

Jika tidak ada gangguan hingga tahun 2018, PLTP Sarulla akan mencukupi setidaknya 20% pembangkit listrik geothermal di Indonesia. Dengan persentase ini, pembangkit juga meningkatkan kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional sebesar 5% dan diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan listrik hingga 10% pada tahun 2020 mendatang.

Manfaat selanjutnya dari pemanfaatan gothermal di Sarulla adalah penurunan tingkat emisi di udara. Menurut Sarulla Operations Limited (SOL), emisi karbon per tahun bisa turun hingga 1,3 MT per tahun.

Terakhir, pembangunan unit pembangkit tenaga listrik di Sarulla juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Setidaknya akan ada ribuan orang yang ahli dalam panas bumi dan listrik. Pengembangan panas bumi juga memacu perekonomian masyarakat lokal sehingga bisnis baru di bidang makanan, transportasi, hingga akomodasi tercipta.

Dari apa yang telah tersaji di atas, terlihat jelas potensi geothermal Indonesia harus ditingkatkan. Pemerintah harus bisa memanfaatkan itu dengan mulai mencari investor dan juga menggandeng negara yang ahli dalam pemanfaatan panas bumi seperti Selandia Baru dan Prancis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s