ffp_150415-6431-edit

Sebenarnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Selandia Baru telah terjadi sejak tahun 1950. Namun, keterbatasan komunikasi antara dua negara membuat kerja sama di beberapa bidang penting seperti perdagangan baru berjalan pada tahun 1961 atau akhir kepemimpinan Presiden Soekarno.

Kerja sama yang dilakukan Indonesia dan Selandia Baru berjalam pada sektor perdagangan dan juga ekonomi. Kedua negara sama-sama melakukan persetujuan untuk mengurangi tarif masuk komoditas tertentu dari kedua negara. Produk unggulan dari Selandia Baru seperti olahan daging dan susu bisa mudah masuk ke Indonesia. Hal yang sama juga berlaku pada beberapa produk buah tropis Indonesia yang mudah masuk ke Selandia Baru.

Selain kerja sama dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Indonesia dan Selandia Baru juga melakukan kerja sama di bidang geothermal. Negara dengan ibu kota Wellington itu mau mempercepat perkembangan panas bumi di Indonesia agar bisa dimanfaatkan dengan baik di kemudian hari.

Kemampuan Selandia Baru dalam Panas Bumi

newzealandrah

Jika dibandingkan dengan Indonesia, potensi geothermal di Selandia Baru memang tidak ada apa-apanya. Namun, negeri ini mampu mengembangkan teknologi dan terus melakukan riset di beberapa tempat seperti Crown Research Institutes yang masih berada di bawah Kementerian Pendidikan dan juga di berbagai universitas.

Beberapa universitas dan lembaga yang bergerak di bidang energi juga melakukan kerja sama dengan pihak asing terutama pelajar untuk mempelajari geothermal. Selandia Baru juga terlihat dalam proyek pengembangan geothermal di 18 negara kepulauan Pasifik untuk pemenuhan energi listrik.

Pengembangan energi panas bumi di Selandia Baru baru berjalan pada tahun 1958. Sejak saat itu, negeri yang pernah menjadi koloni Inggris ini terus melakukan riset hingga akhirnya bisa mendukung pengembangan gothermal sekala besar di beberapa negara dunia termasuk Indonesia.

Perkembangan Kerja Sama Geothermal Indonesia dan Selandia Baru

cpntlsjvmaanarj

Indonesia dan Selandia Baru memiliki kerja sama jangka panjang terkait pengembangan panas bumi. Pada tahun 2012 silam kedua negara telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.  Dengan adanya nota kesepahaman itu, Indonesia dan Selandia Baru akan terus melakukan pertemuan bilateral secara rutin untuk membahas pengembangan geothermal Indonesia beserta pemanfaatannya.

Kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan Selandia Baru memiliki misi untuk meningkatkan energi listrik dari sumber terbarukan. Setidaknya dalam beberapa puluh tahun ke depan, Indonesia akan mampu mencukupi lebih dari 50% kebutuhan kapasitas listrik terpasangnya dari sumber terbarukan seperti panas bumi.

Pertemuan Indonesia dengan Selandia Baru pada tahun 2012 lalu merupakan tindak lanjut dari penawaran pengelolaan panas bumi. Sebelumnya pada tahun 2009, Indonesia menawarkan kesempatan investasi ke beberapa negara dunia termasuk Selandia Baru. Dari sana, kerja sama terus dilakukan mulai dari dana, alat, dan sumber daya manusia.

Pada tahun 2010, Indonesia yang diwakili oleh Universitas Gajah Mada melakukan kerja sama dengan Universitas Auckland, Selandia Baru terkait panas bumi. Kedua universitas bekerja sama untuk saling membagi ilmu yang kelak bisa diimplementasikan pada pengembangan listrik berbahan baku panas bumi di Indonesia.

Sejak kerja sama di bidang pendidikan digiatkan pada tahun 2010, kedua negara yang diwakili universitas terus mengembangkan teknologi dan strategi hingga 2012. Selanjutnya pihak Selandia Baru juga terus melakukan pengembangan kerja sama agar misi jangka panjang bisa berjalan dengan baik sesuai dengan MoU.

Sebelum nota kesepahaman antara Indonesia dan juga Selandia Baru terjadi, negeri itu sudah melakukan pengembangan PLTP di Kamojang. Setidaknya selama 30 tahun, Selandia Baru terus berusaha melakukan ekspansi ke hampir semua titik potensial panas bumi di Indonesia.

Peningkatan Kerja Sama Geothermal Indonesia dan Selandia Baru

wayang-windhu-pangalengan-geothermal-800x400
Geothermal Indonesia dan Selandia Baru

Pertemuan rutin antara Indonesia dan juga Selandia Baru dilakukan lagi pada tahun 2015 silam. Pertemuan yang bertajuk New Zealand – Indonesia Geothermal Workshop 2015 ini digelar di Jakarta pada akhir Januari.

Pertemuan ini dilakukan oleh Indonesia untuk mengambil langkah positif agar kerja sama antara dua negara tetap harmonis. Selain itu, kedua belah pihak juga akan semakin giat dalam pengembangan sektor industri da infrastruktur panas bumi di Indonesia yang sangat potensial.

Dalam pertemuan yang tidak berlangsung lama ini, kedua negara setuju untuk fokus pada perkembangan regulasi atau aturan. Selanjutnya kedua belah pihak juga akan membahas solusi yang menguntungkan antara Indonesia dan pihak swasta. Selama ini pihak pemerintah di bawah PLN dan Swasta kerap mengalami perselisihan. Harga beli listrik yang diajukan PLN sering tidak sesuai dengan keinginan pengelola.

Pertemuan selanjutnya antara pihak Indonesia dan Selandia Baru terjadi lagi pada medio 2016. Di depan presiden Joko Widodo, terjadi penandatanganan nota kesepahaman bersama. Dalam nota kesepahaman ini, Pemerintah Indonesia berjanji akan memberikan kemudahan pihak swasta yang ingin melakukan eksplorasi dan pengembangan teknologi panas bumi di Indonesia.

Bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, Selandia Baru juga melakukan berbagai investasi. Negara itu melakukan investasi di berbagai sektor mulai dari peternakan dan panas bumi yang menjadi fokus utama pertemuan.

Dari berbagai nota kesepahaman dan juga kerja sama di bidang pendidikan, program besar pengembangan goethermal di Indonesia dilakukan. Pada awal Maret 2017, terjadi kesepakatan bahwa Selandia Baru akan mulai melakukan kerjanya di Indonesia guna memenuhi ambisi pemenuhan daya 4.825 MW.

Dalam persetujuan yang ditandatangani oleh pihak Indonesia (Yunus Saefulhak) dan Selandia Baru (Mehaka Rauntree), pengeboran akan segera dilakukan. Pemerintah Indonesia akan mempersilakan pihak pengembang melakukan pengeboran sumur panas bumi yang kelak digunakan untuk PLTP.

Selain pihak Selandia Baru, PT. Sarana Multi Infrastruktur yang berada di bawah Kementerian Energi juga terlibat dalam proyek pengeboran. Kerja sama ini akan mempercepat ketersediaan energi listrik dari panas bumi di Indonesia.

Setelah terjadi aksi nyata pada tahun 2017, Indonesia sudah sepantasnya terus meningkatkan kerja sama geothermal dengan Selandia Baru. Selain itu, Indonesia juga harus bisa mengembangkan kerja sama dengan negara lain yang juga ahli di bidang panas bumi. Selain Selandia Baru, Prancis juga mulai menempatkan perusahaan energi terbarukannya di Indonesia seperti ENGIE.

Dengan terus melakukan kerja sama yang baik, bukan tidak mungkin pemanfaatan geothermal Indonesia bisa mengungguli Filipina atau Amerika.

Advertisements

One thought on “Hubungan Kerja Sama Selandia Baru dan Indonesia di Bidang Geothermal

  1. It looks very grand with all those chandeliers. coalnatugntiors to you!I like yesterday’s photo of your ‘pack’ with fox-man on the floor. I know what you mean with those ‘alone ‘ sentiments too…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s