7504691796_4f822a1ca2_b

Kawasan Pulau Lombok, NTB terus mengalami perkembangan di sektor pariwisata. Sejalan dengan Bali, kawasan Lombok terus tumbuh sehingga kebutuhan listrik setiap tahunnya terus meningkat hingga 10%. Hingga tahun 2017 ini saja, rasio elektrifikasi di kawasan NTB secara umum mencapai 80%. Angka itu akan terus berjalan seiring dengan kemajuan sektor pariwisatanya.

Untuk mencukupi kebutuhan listrik di Lombok, pemerintah setempat dengan PLN terus berupaya untuk membangun pembangkit baru. Hingga beberapa tahun ke depan PLN akan terus membangun PLTU dan PLTMG yang diharapkan bisa memenuhi permintaan pasokan listrik. Selebihnya, pemerintah juga diharapkan mampu memanfaatkan potensi panas bumi di kawasan Gunung Rinjani atau Sembalun.

Kebutuhan Listrik di Pulau Lombok

505468_620
Tenaga Listrik di Pulau Lombok

Kebutuhan listrik di Lombok masih kalah jauh dengan Bali yang bisa memiliki beban puncak nyaris 700 MW. Lombok memiliki beban puncak sekitar 222 MW saja. Dengan beban ini, masih ada surplus sekitar 71 MW karena PLN baru saja mengoperasikan PLTU di Sambelia, Lombok Timur. Pembangkit ini mampu menghasilkan daya hingga 50 MW  sehingga kapasitas listrik di sana mencapai 291 MW.

Meski memiliki kelebihan daya, kebutuhan listrik di kawasan Lombok akan terus meningkat. Pertama karena sektor pariwisata terus meningkat. Untuk kawasan pulau kecil seperti Gili Trawangan saja dibutuhkan nyaris 2 MW saat beban puncak terjadi. Belum lagi kawasan pariwisata di kawasan Senggigi atau jalur pantai pesisir selatan yang mencakup Pantai Kuta Lombok dan Mandalika.

Hingga tahun 2024, Lombok akan membangun Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK di kawasan Mandalika. Pembangunan kawasan ini akan membutuhkan cukup banyak pasokan daya listrik. Deretan akomodasi dan juga resort membutuhkan banyak listrik setiap harinya. Jumlah ini belum mencakup kios, toko, tempat makan, hingga lokasi hiburan lainnya.

Saat ini pemerintah Lombok terus melakukan kerja sama dengan PLN untuk membangun pembangkit listrik baru. Pihak pemerintah daerah setempat juga berupaya melakukan sosialisasi kepada investor. Mereka mengatakan kepada investor agar tidak perlu takut dengan ketersediaan listrik yang ada di sana. Dalam beberapa tahun ke depan akan dibangun 4 pembangkit listrik baru.

Potensi Geothermal di Sembalun

7504691796_4f822a1ca2_b
Gunung Rinjani

Kawasan Lombok terutama di sekitar Gunung Rinjani atau Sembalun memiliki cukup banyak cadangan energi. Setidaknya sudah ada 4 penelitian yang dilakukan di sana sejak tahun 1991. Pertama dilakukan oleh Geologi dan Geokimia Dit. Vulkanonologi. Selanjutnya dilakukan oleh Pertamina untuk mengkaji daerah prospek panas bumi.

Pihak dari PLN juga sudah beberapa kali melakukan survei. Perusahaan ini melakukan kajian kondisi geologi, menganalisa geokimia, dan melakukan beberapa pengeboran di Rantemas, Sebaru, dan Sembalun Bumbung. Terakhir pada medio 2007, survei terpadu dilakukan oleh Pusat Sumber Daya Geologi, Badan Geologi, Departemen ESDM.

Dari survei yang dilakukan prospek geothermal di Sembalun memiliki total daya terduga 70 MW. Daya yang cukup besar ini tersebar di dua kawasan besar mencakup Sebau dan Sembalun. Kelompok Sebau memiliki prospek sekitar 25 MW. Luas area lahan yang digunakan untuk eksplorasi dan eksploitasi sekitar 5 km2. Selanjutnya untuk kawasan Sembalun sekitar 45 MW dan memerlukan lokasi pengembangan sekitar 9 km2.

Dengan total daya terduga 70 MW, potensi yang diberikan oleh Sembalun bisa mencapai 100 MW. Dengan konsep yang nyaris sama seperti PLTP Sarulla, bukan tidak mungkin, pembangunan PLTP Sembalun akan menjadi pembangkit listrik terbesar di kawasan NTB dibandingkan pembangkit tenaga air, angin, dan mesin gas.

Pembangunan Pembangkit Listrik

c9371b37-aee9-40cb-9951-a353f63aead1_169.jpg
Pembangkit Listrik

Beban puncak listrik di NTB pada tahun 2017 sekitar 369 MW, jumlah ini akan terus meningkat hingga pada 2019 akan menjadi 448 MW. Dengan kebutuhan yang terus bertambah ini, PLN terus melakukan upaya pembangunan pembangkit listrik baru yang bisa memasok semua kebutuhan sehingga tidak ada gangguan atau pemadaman bergilir.

Dalam beberapa tahun ke depan sejak 2017, PLN akan membangun PLTU Lombok Peaker dengan daya 150 MW, selanjutnya PLTMG Sumbawa berdaya 50 MW, PLTMG Bima berdaya 50 MW, PLTU Lombok 1 dan 2 masing-masing 100 MW.

Selain membangun pembangkit listrik yang cukup besar untuk menunjang pariwisata dan KEK Mandalika, pemerintah setempat juga harus mempertimbangkan beberapa 3 potensi sumber daya di tiga sektor yang berbeda. Pertama pada sektor air yang tersebar di Kokok Putih, Segara Anak, Taliwang, dan Brang Rhea. Total energi dari sumber daya air sekitar 75 MW.

Selanjutnya untuk angin bisa menghasilkan 0,01 MW di kawasan gili-gili Lombok, Terakhir adalah panas bumi yang bisa menghasilkan hingga 171 MW. Pertama di Sembalun dengan potensi 100 MW setelah diolah, Hu’u Bima sekitar 65 MW dan Amronge Sumbawa 6 MW.

Dari potensi sumber daya di atas, Kawasan NTB khususnya Lombok mungkin tidak akan mengalami krisis listrik seperti Bali. Namun, dengan dua catatan penting. Pertama pemanfaatan geothermal harus dilakukan dengan maksimal. Dengan peningkatan kebutuhan listrik setara Bali, Lombok bisa mudah mengalami krisis. Kedua adalah masalah pembangunan. Pembangkit listrik harus dibangun dengan cepat dan tepat waktu.

Prospek PLTP di Kawasan Sembalun

flight-to-lombok

Dengan potensi daya mencapai 100 MW,  Sembalun termasuk sumber geothermal Indonesia terbesar selain Sarulla. Pemanfaatan kawasan ini akan memasok cukup banyak energi hingga 10-20% dari total daya yang dibutuhkan di kawasan NTB khususnya Lombok yang akan berkembang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus.

Meski terbilang besar, pemerintah masih belum melakukan pembangunan atau bahkan rencana yang lebih detail. Pembangunan PLTP Sembalun atau Gunung Rinjani masih menjadi rencana dan akan dilakukan pengkajian kembali karena lokasinya berada di dalam Taman Nasional yang sangat dilindungi.

Dari tahun 2013 pengembangan PLTP Sembalun masih menjadi rencana dan kemungkinan besar baru dikembangkan bila Lombok mengalami darurat listrik. Saat ini pihak PLN lebih sering menggunakan pembangkit uap dan mesin gas atau hydro yang lebih mudah dikembangkan dan dijalankan.

Dari berbagai uraian di atas, terlihat jelas bahwa potensi geothermal Indonesia yang ada di Sembalun cukup besar. Meski demikian, tahap pembangunan PLTP masih terus direncanakan oleh pemerintah setempat. Dari bahasan di atas juga terlihat jelas bahwa potensi geothermal di Sembalun belum menjadi prioritas utama untuk mengatasi kebutuhan listrik yang terus meningkat.

Advertisements

2 thoughts on “Potensi Geothermal Gunung Rinjani (Sembalun)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s